AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Asabri Usul Direksi BUMN yang Korupsi Pantas Dicopot

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 26 Januari 2022 11:23 WIB
Dia pun kerap mengusulkan agar direksi BUMN dipecat bila kedapatan melakukan gerakan tindak pidana korupsi. 
Asabri Usul Direksi BUMN yang Korupsi Pantas Dicopot (FOTO:MNC Media)
Asabri Usul Direksi BUMN yang Korupsi Pantas Dicopot (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI, Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono memahami motif dan cara Direksi BUMN melakukan tindak pidana korupsi

Wahyu memang pernah berkarir selama 17 tahun sebagai Deputi Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dia pun kerap mengusulkan agar direksi BUMN dipecat bila kedapatan melakukan gerakan tindak pidana korupsi.  

"Saya ingin katakan kalau ada gerakan nyolong saya usulkan diberhentikan dulu. Prinsip Pak itu. Ini persoalan hati pak. Saya kenyang pak lihat gimana sih cara direksi (BUMN) korupsi, baik itu di DKB. Saya paham betul pak, cara Direksi nyuri. 17 tahun saya Deputi Investigasi di BPKP Pak, saya akuntan murni," ujar Wahyu, dikutip Rabu (26/1/2022).  

Dia memastikan usulan kepada Kementerian BUMN untuk memberhentikan Direksi perusahaan pelat merah bila adanya laporan window dressing, namun tidak sesuai dengan fakta lapangan. 

Window dressing dipahami sebagai strategi mempercantik portofolio investasi yang dilakukan perusahaan maupun manajer investasi. Upaya ini dilakukan sebelum disampaikan kepada pemegang saham atau investor.  

Bahkan, Wahyu menyarankan kepada manajemen BUMN lainnya agar tidak lagi menggunakan window dressing dalam menyusun laporan perusahaan. Menurutnya, window dressing hanyalah hobi masa lalu dan sudah kuno saat ini.  

"Teman BUMN lain bangganya minta ampun window dressing supaya tantiemnya besar, ini kampungan pak. Saya sudah beri masukan ke teman-teman, window dressing ini hobi masa lalu, sudah kuno sekarang," ungkapnya.  

Kejadian berbeda, justru terjadi di perusahaan yang saat ini dia pimpin. Dia membeberkan, selama 18 tahun dia berkarir di BUMN, baru Asabri yang tidak menerbitkan laporan keuangan perusahaan pada 2017 lalu.  

"Bapak bisa bayangkan BUMN keren begitu ndah ada laporannya. Saya cari itu tidak ada, ini direktur keuangan opo? Kira-kira begitu, ini yang terjadi Pak. Tapi saya bersyukur mendapat direktur keuangan yang profesional juga, beliau ini di Taspen di Garuda, dan Mandiri,"  

"Saya dikenal di kementerian tukang usulkan Direktur berhenti, sudah kenyang Pak. Apalagi memberhentikan Sekper, walaupun itu kolonel atau jenderal, sikat aja tuh. Soalnya Pak Prabowo dan semua mendorong, 'Pak Wahyu yang nggak bener, nggak usah takut," lanjut dia.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD