AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Asosiasi Vape Minta Tarif Cukai Rokok Elektrik Diturunkan

ECONOMICS
Ferdi Rantung
Senin, 08 Februari 2021 13:00 WIB
Untuk itu, Garindra meminta agar pemerintah mengkaji ulang terhadap tarif rokok elektrik.
Asosiasi Vape Minta Tarif Cukai Rokok Elektrik Diturunkan  (FOTO: MNC Media)
Asosiasi Vape Minta Tarif Cukai Rokok Elektrik Diturunkan (FOTO: MNC Media)
IDXChannel  - Pelaku industri Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) mengharapkan pemerintah dapat mengkaji ulang tarif cukai bagi rokok elektrik. Alasannya, rokok elektrik memiliki resiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. 
 
Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vape Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmit mengatakan, bahwa resiko kesehatan yang ditimbulkan oleh Vape lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Hal ini didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh beberapa negara. 
 
"Resiko kesehatan vape lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Penelitian di Inggris dikatakan vape 95 persen lebih rendah resikonya, "katanya dalam Market Review IDX Channel di Jakarta, Senin (8/2/2021) 
 
Dia menjelaskan, dalam 2 tahun terakhir banyak negara terutama Inggris, Kanada dan Selandia Baru melakukan penelitian terhadap pengguna rokok elektrik. Dalam penelitian tersebut, fungsi radio vaskular, detak jantung, tenkan pembuluh darah dan tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional. 
 
Bahkan, Vape digunakan sebagai alat terapi untuk berhenti menkonsumsi rokok, terutama orang yang mau berhenti merokok. "Banyak konsumen yang merokok konvensional sudah berhenti merokok karena menggunakan Vape," terangnya. 
 
Untuk itu, Garindra meminta agar pemerintah mengkaji ulang terhadap tarif rokok elektrik. Pasalnya, tarif rokok elektrik lebih besar dari konvensional yaitu sebesar 57 persen. 
 
"Cukai harusnya diberikan sesuai dengan profil resiko. Hal ini sudah diterapkan di Eropa.Dimana semakin besar resiko kesehatannya cukai haruslah besar juga. Namun semakin rendah resikonya maka cukai juga harus rendah. Harapan kami seperti itu," ungkap dia. (Sandy)
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD