AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Atasi Masalah Kota, Pengembangan TOD Harus Berintegrasi dengan Hunian Vertikal

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 22 Oktober 2021 20:01 WIB
Pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) harus digabung dengan pengembangan hunian vertikal.
Pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) harus digabung dengan pengembangan hunian vertikal. (Foto: MNC Media)
Pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) harus digabung dengan pengembangan hunian vertikal. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Asisten Pembangunan dan Lingkup Hidup, Dinas Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris mengatakan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) harus digabung dengan pengembangan hunian vertikal

Menurutnya saat ini masyarakat sudah harus beralih menggunakan angkutan umum masal karena kedepan masyarakat sudah tidak bisa lagi mengandalkan kendaraan pribadinya.

"Kalau sekarang ini kita tidak bisa membangun TOD saja, jadi harus dengan penyediaan hunian vertikal yang layak dan terjangka dan terintegrasi dengan transportasi publik," ujarnya dalam FGD dalam kanal youtube BPTJ151, Jumat (22/10/2021).

Afan menjelaskan dalam kawasan TOD yang dikembangkan utamanya adalah fasilitas untuk pejalan kaki, kemudian juga para pesepeda.

"Jadi penggunaan sepeda motor kita batasi yang ada dalam kawsan TOD tersebut, dia juga punya radius jarak 350 m samapi 700 m dari pusat kawasan TOD," sambungnya.

Pada kesempatannya Afan juga menjelaskan terkatit mekanisme pembangunan kawasan yang berorientasi transit atau TOD.

"Jadi ada 2 tipe, pertama yang sudah tertuang dalam rencana tata ruang, kalau dia sudah tertuang dalam rencana tata ruang maka selanjutnya permohonan diajukan oleh operator pengelola kawasan untuk selanjutnya melakukan kajian kawasan," sambungnya.

Ada 4 aspek yang menjadi kajian pengembangan kawasan TOD, seperti kajian sosial dan ekonomi, kajian lalu lintas dan angkutan umum, kajian dampak lingkungan, dan kajian teknis lainnya yang diperlukan sesuai kebutuhan dan karakteristik kawasan.

"Ini masih dalam tahap proses, jadi kita siapkan peraturannya kemudian setelah peraturan terbentuk pihak yang mengajukan sebagai pengelola kawasan dapat mengimplementasikannya," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD