AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Badan Pengawas Obat Eropa Tinjau Vaksin Covid-19 Valneva Buatan Prancis

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Kamis, 02 Desember 2021 19:04 WIB
Badan Pengawas Obat Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya telah memulai tinjauan terhadap vaksin Covid-19 buatan Prancis, Valneva.
Badan Pengawas Obat Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya telah memulai tinjauan terhadap vaksin Covid-19 buatan Prancis, Valneva. (Foto: MNC Media)
Badan Pengawas Obat Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya telah memulai tinjauan terhadap vaksin Covid-19 buatan Prancis, Valneva. (Foto: MNC Media)

 IDXChannel – Badan Pengawas Obat Uni Eropa menyatakan bahwa pihaknya telah memulai tinjauan secara bertahap terhadap vaksin Covid-19 berbasis protein dari perusahaan biotek asal Prancis yakni Valneva. Hal tersebut dilakukan setelah beberapa minggu Uni Eropa menandatangani kesepakatan dengan perusahaan obat-obatan.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), Kamis (2/12/2021), Badan Obat Eropa (EMA) mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan pada studi awal yang menunjukan bahwa vaksin VLA2001 memicu respon antibody terhadap virus corona.

Selain, Valneva, vaksin Covid-19 dari Sinovac, Sanofi-GSK dan Institut Gamaleya Rusia juga sedang dalam tahap peninjauan oleh EMA. Hal itu bertujuan untuk mempercepat kemungkinan persetujuan dengan mempelajari data saat tersedia.

Sebagaimana diketahui, Komisi Eropa bulan lalu telah menandatangani kesepakatan kedelapan untuk vaksin COVID-19 dengan Valneva, di mana perusahaan akan memasok hingga 60 juta dosis suntikan selama dua tahun.

Valneva mengatakan pada bulan Oktober vaksinnya diklaim menunjukkan kemanjuran membentuk antibodi daripada vaksin AstraZeneca dalam uji coba tahap akhir yang membandingkan keduanya. Selain itu, Valneva juga diklaim memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit.

Sementara itu, vaksin AstraZeneca sudah disetujui di Uni Eropa, begitu juga dengan vaksin dari Pfizer-BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson. Perusahaan berencana untuk terus memproduksi vaksinnya di sebuah lokasi di Skotlandia.

Perusahaan Prancis memperluas uji coba untuk mencakup remaja dan orang tua, dan berharap untuk memperpanjang persetujuan untuk kelompok-kelompok ini setelah memperoleh persetujuan untuk orang berusia 18 hingga 55 tahun.  (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD