sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Ancam Tinjau RKAB Pengusaha Tambang Jika Tidak Gunakan B50

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
09/07/2026 16:26 WIB
Ancaman ini diharapkan agar para pengusaha mau menggunakan produk lokal, ketimbang melakukan impor bahan bakar, hanya untuk sekadar mencari harga murah.
Bahlil Ancam Tinjau RKAB Pengusaha Tambang Jika Tidak Gunakan B50. Foto: iNews Media Group.
Bahlil Ancam Tinjau RKAB Pengusaha Tambang Jika Tidak Gunakan B50. Foto: iNews Media Group.

Bahlil menjelaskan, B50 memiliki spesifikasi yang lebih baik ketimbang pendahulunya B40. Pertama, kata dia, mesin kendaraan bisa lebih efisien dan lebih tahan lama untuk melakukan perawatan karena kandungan kadar air B50 lebih sedikit ketimbang B40.

"Kalau B40 itu filter kendaraan diganti sekitar 10-20 ribu Km, nah B50 itu ada yang 40 ribu Km belum diganti filternya," kata Bahlil.

Di samping itu, B50 juga akan lebih menguntungkan para petani sawit, sebab kebutuhan CPO meningkat dari sebelumnya 15,2 juta ton per tahun untuk B40, menjadi 16,3 juta ton untuk memenuhi permintaan produksi B50. 

"Sehingga bisa membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit, jadi kalau pengusaha kita misal CPO di luar rendah, ya sudah sebagian kita bangun hilirisasi B50, supaya petani naik," kata Bahlil.

Dia juga menyinggung penghematan devisa negara yang bisa terjadi ketika B50 diimplementasikan. Devisa negara bisa hemat Rp170 triliun per tahun karena Indonesia tidak perlu lagi impor solar untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement