Bahlil menyampaikan, sejumlah negara tetangga sudah masuk dalam kondisi darurat. Namun, dia memastikan, pasokan energi khususnya BBM solar dalam negeri dalam kondisi aman.
"Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita, insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi, clear," ujar Bahlil.
"BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude-nya. LPG kita masih impor kurang lebih sekitar 70 persen dari total kebutuhan kita," kata dia.
(Dhera Arizona)