AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24263.66
1.11%
+266.79
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Bahlil Sebut Tujuh Negara Akan Investasi Baterai Listrik di RI, Siapa Saja?

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 17 September 2021 18:31 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan terdapat enam sampai tujuh negara siap berinvestasi di sektor baterai listrik di Indonesia.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan terdapat enam sampai tujuh negara siap berinvestasi di sektor baterai listrik di Indonesia.  (Foto: MNC Media)
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan terdapat enam sampai tujuh negara siap berinvestasi di sektor baterai listrik di Indonesia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Bahlil Lahadalia mengatakan terdapat enam sampai tujuh negara siap berinvestasi di sektor baterai listrik di Indonesia. Bahlil mengaku hingga saat ini proses negosiasi masih berlangsung dengan Pemerintah Indonesia.

"Sejumlah investor yang siap berinvestasi itu berasal dari Eropa, China, dan satu negara di Asia Tenggara. Namun, hanya China yang sudah teken. Ini yang baru kita terima ada sekitar enam sampai tujuh negara yang akan investasi batrei ke Indonesia," kata Bahlil melalui keterangan virtual, Jumat (17/9/2021) 

Menurut Bahlil, perusahaan asal China yang dimaksud adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL). 

"PCATL sedang proses kalau bisa tahun ini juga ground breakingnya bisa segera direaliasikan.Kerja dulu baik-baik dan akan kami sampaikan lagi," tambahnya.

Di samping itu, Bahlil  mengaku ingin mewujudkan yang berkualitas, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja dan Investasi juga harus merata di Jawa dan luar Jawa. 

"Harus ada perpaduan pengusaha besar, kecil, dan UMKM. Asing dan pengusaha nasional. Presiden menginstruksikan harus mengurus pengusaha semuanya," tegas Bahlil.

Menurutnya, pihak Kementerian Investasi memastikan untuk produksi mobil listrik di Indonesia beroperasi paling Mei 2022 yang sebelumnya untuk ground breakingnya sudah dilakukan dibeberapa pekan lalu. 

"Bulan Mei paling lambat, insya Allah 2021 sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten nanti kita akan produksi, bukan baru mau atau akan tapi kita sudah mulai,"tandasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD