AALI
9400
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
725
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3170
AGAR
286
AGII
2350
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
1575
AKRA
1185
AKSI
268
ALDO
770
ALKA
288
ALMI
0
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.68
-1.01%
-5.42
IHSG
7049.70
-0.75%
-53.18
LQ45
999.32
-0.93%
-9.39
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Balai Karantina Bandara Kualanamu Tahan Ratusan Unggas Impor dari Afrika Selatan

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Jum'at, 04 Maret 2022 20:29 WIB
Balai Karantina Pertanian mencegah masuknya ratusan unggas yang sempat tertahan di kargo Bandara Internasional Kualanamu.
Balai Karantina Pertanian mencegah masuknya ratusan unggas yang sempat tertahan di kargo Bandara Internasional Kualanamu. (Foto: MNC Media)
Balai Karantina Pertanian mencegah masuknya ratusan unggas yang sempat tertahan di kargo Bandara Internasional Kualanamu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Balai Karantina Pertanian mencegah masuknya ratusan unggas yang sempat tertahan di kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara sejak Senin (28/2/2022). Pencegahan dilakukan karena unggas-unggas itu berasal dari Afrika Selatan, wilayah yang kini sedang dilanda wabah Flu Burung Ganas.

Hal itu dikatakan Kepala Balai Karantina Pertanian Klas II-Medan, Lenny Hartati Harahap dalam konfrensi pers yang digelar di kantornya, Jumat (4/3/2022).

Menurut Lenny, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap unggas-unggas yang diimpor oleh CV. Lestari Alam Semesta itu. Setelah dilakukan analisis resiko terhadap pemasukan serta pemeriksaan dokumen, diketahui jika unggas itu berasal dari Afrika Selatan.

Afrika Selatan merupakan negara yang sedang dilanda wabah Highly Pathogenic Avian Influenza (Flu Burung Ganas). Highly Pathogenic Avian Influenza merupakan penyakit virus influenza dengan serotype H7 yang utamanya menginfeksi pada hewan unggas yang dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan Kematian Baik pada Unggas maupun pada Manusia karena penyakit ini bersifat Zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia).

"Di Indonesia, Penyakit Highly Pathogenic Avian Influenza merupakan pernyakit yang tergolong dalam Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) Golongan 1 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3238/Kpts/PD.630/9/2009 tentang Penggolongan Jenis-Jenis Hama Penyakit Hewan Karantina , Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa," terang Lenny.

Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, kata Lenny, mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Pelarangan Unggas dan Produk Unggas Segar dari Negara Wabah Highly Pathogenic Avian Influenza dengan Nomor Surat B-1860/KR.120/K/12/2020 yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 2020. Di mana dalam surat itu, Kepala Badan Karantina menginstruksikan melakukan Tindakan Karantina Penolakan terhadap pemasukan unggas dan produk unggas segar yang dimasukkan dari negara Afrika Selatan berdasarkan perkembangan informasi dari Immediate Notification OIE pada tanggal 13 November 2020 tentang Kejadian Highly Pathogenic Avian Influenza (H7) di Negara Afrika Selatan.

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian tersebut juga menyebutkan bahwa dilakukan tindakan karantina Penolakan dan/atau Pemusnahan terhadap setiap Media Pembawa Highly Pathogenic Avian Influenza yang dilarang, yang berasal/transit dari negara sedang Wabah.

Dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan diatas Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan melakukan Tindakan Karantina berupa Penolakan terhadap importasi satwa burung yang berasal dari Negara Afrika Selatan oleh importir CV. Lestari Alam Semesta," tegasnya.

Humas Balai Karantina Pertanian Kelas II-Medan, Fendy Purba, menyebut jumlah unggas yang diimpor CV. Lestari Alam Semesta sebanyak 962 ekor dari 13 jenis unggas. Pemeriksaan terhadap unggas-unggas itu dilakukan berdasarkan Undang-undang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan nomor 21 tahun 2019 serta Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan.

Namun jumlah ini berbeda jauh dengan data yang sebelumnya disampaikan Bea dan Cukai Bandara Kualanamu, dimana disebutkan ada sebanyak 14 jenis unggas dengan jumlah total 1.153 ekor, atau selisih hampir 200 ekor.

"Data yang kita miliki memang seperti itu, 962 ekor dari 13 jenis unggas," kata Fendy.

Saat ditanya apakah unggas-unggas itu ada yang terkonfirmasi positif terjangkit Flu Burung, Fendy tak bisa menjelaskannya. Dia juga tak mau berkomentar lanjut atas nasib unggas-unggas itu. Apakah akan direeskpor atau dimusnahkan. "Sementara cuma itu yang kita bisa jelaskan," kilahnya.

Diberitakan sebelumnya sebuah pesawat milik maskapai Malaysia Airlines yang dicarter seorang pengusaha asal Medan, membawa ribuan unggas Sumatera Utara. Kabarnya unggas itu akan dibawa ke salah satu resort di kawasan Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara. Namun unggas-unggas itu tertahan di kargo bandara dan tak diijinkan masuk karena dokumen yang belum lengkap. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD