Selain fleksibilitas regulasi, pemerintah juga menjanjikan insentif fiskal yang sangat kompetitif bagi para pemodal. Dia bahkan siap memberikan tarif pajak hingga 0 persen bagi investor yang menanamkan modalnya di KEK Keuangan Bali.
"Kalau dia minta (fasilitas pajak), saya kasih 0 persen. Kenapa saya kasih? Tadinya kan enggak ada (pembangunan) juga," katanya.
Penetapan KEK Kura-Kura Bali sebagai pusat keuangan global dinilai untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional. Jika dana global bisa masuk ke kawasan ini, maka suplai dolar AS akan meningkat dan memperkuat cadangan devisa, sehingga bisa menjadi salah satu mesin pembiayaan baru bagi pembangunan.
Menurut Purbaya, masuknya dana investor global juga akan berdampak positif terhadap sistem keuangan nasional. Dana-dana tersebut nantinya dapat mengalir ke instrumen keuangan, termasuk obligasi (bond). "Jadi suplai pembeli bond kita akan semakin banyak," kata Purbaya.
Ketua LPS periode 2020-2025 itu optimistis bahwa kehadiran KEK Keuangan ini akan meningkatkan daya saing Indonesia dalam kompetisi menarik investasi asing.