AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Banjir Diskon, Mal di Malang Masih Tetap Sepi Pengunjung

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Rabu, 15 September 2021 14:18 WIB
Walau sudah dizinkan pemerintah beroperasi sejak tiga pekan lalu dan pengelola memberikan berbagai macam diskon, namun masyarakat masih enggan menggunjungi mal.
Banjir Diskon, Mal di Malang Masih Tetap Sepi Pengunjung (FOTO: ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Walau sudah dizinkan pemerintah beroperasi sejak tiga pekan lalu dan pengelola memberikan berbagai macam diskon, namun masyarakat masih enggan menggunjungi mal.

Mall Director Matos Fifi Harjanti mengungkapkan, bahwa okupansi mal di Matos sendiri dalam tiga pekan terakhir masih di angka 30 persen. Hal ini karena belum seluruh masyarakat di Malang tervaksin secara menyeluruh.

"Masih 30 persen kira - kira satu hari 10 ribu segitu, Sabtu Minggu 13 ribu lah, masih 30 persen meski boleh 50 persen, tapi kenyatannya masih segitu. Karena nggak semua orang vaksin, saya berharap kalau mereka rindu sama mal vaksin dulu," ujar Fifi saat ditemui di Matos, pada Rabu pagi (15/9/2021).

Fifi menambahkan, untuk menarik minat masyarakat sebenarnya pihaknya telah memberikan promo diskon besar - besaran. Namun ia menyayangkan agak terkendala lantaran, belum dibolehkannya mal menyelenggarakan suatu event atau kegiatan untuk mendongkrak okupansi.

"Kita masih belum berpikir lagi, yang paling dekat bikn diskon besar - besaran. Sekarang belum boleh promo belum boleh bikin event, kalau misalkan kita udah level 1 kita akan bikin promo," tuturnya.

Selain itu bioskop yang seharusnya bisa mendongkrak okupansi mal juga belum dapat beroperasi lantaran terkendala izin ke Satgas Covid-19 setempat. Pihaknya sendiri berharap bioskop diizinkan buka mengingat sejauh ini sejumlah langkah telah disiapkan, sekaligus bisa mendongkrak okupansi di mal.

"Belum boleh buka kita masih level 3, kita masih tunggu kebijakan dari pemkot meskipun dari menteri boleh. Ya secara global itu biasanya, tapi biasanya dilihat dari level berapanya, kita malang masih level 3," ungkapnya.

"Kita berharap seharusnya boleh ya karena sudah katakan yang penting ada perduli lindungi, nggak maslah oke kalau misalkan yang boleh nonton dibatasi 30 persen kita oke, nggak masalah," tambahnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanda Indonesia (APPBI) Malang raya Suwanto mengakui, okupansi mal tak bisa meningkat kendati pengelola telah memberikan promo diskon besar - besaran.

"Kami melakukan beberapa macam, mulai diskon dan beberapa macam, tapi tetap saja selama pembatasan diberlakukan kami mengadakan kegiatan apapun ya nggak efektif kan," beber Suwanto.

Sebagai informasi sejumlah pusat perbelanjaan di Malang raya yakni Kota Malang dan Kota Batu mulai diizinkan buka pada 31 Agustus 2021 lalu. Penurunan PPKM ke level tiga membuat mal mendapat kelonggaran buka dengan persyaratan hanya diisi 50 persen dari kapasitas maksimal. Selain itu, persyaratan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 dengan aplikasi peduli lindungi juga menjadi hal utama.

PPKM di Malang raya sendiri telah turun level ke level 3 dari sebelumnya level 4. Penurunan level ini seiring mulai menurunnya kasus Covid-19 di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, sejak 31 Agustus 2021 lalu. Penurunan level PPKM membuat sejumlah pembatasan diberi kelonggaran, mulai pembukaan sekolah tatap muka, pembukaan mal, dan kelonggaran makan di tempat bagi sejumlah rumah makan, warung dan kafe. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD