Sementara itu, Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menilai terjaganya konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 54–55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan tetap menjadi jangkar permintaan domestik Indonesia.
Prospek tersebut, kata dia, didukung oleh ketahanan pasar tenaga kerja, inflasi yang terkendali, serta meningkatnya pendapatan riil masyarakat.
“Dengan demikian, pendapatan per kapita Indonesia semakin mulus menuju USD5.000, yang menegaskan kedalaman permintaan domestik dan mobilitas sosial,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)