AALI
8450
ABBA
224
ABDA
6050
ABMM
4340
ACES
615
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7300
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
4140
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
106
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1410
AKSI
318
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
382
ALTO
167
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.56
0%
+0.02
IHSG
7077.94
0.04%
+2.55
LQ45
1011.37
-0.03%
-0.27
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Banyak Tertipu Investasi Bodong, LPS Sebut Literasi Keuangan Masyarakat Rendah

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Sabtu, 04 Juni 2022 07:50 WIB
LPS menilai, masih banyak masyarakat tertipu investasi bodong karena masih kurangnya literasi keuangan.
Banyak Tertipu Investasi Bodong, LPS Sebut Literasi Keuangan Masyarakat Rendah
Banyak Tertipu Investasi Bodong, LPS Sebut Literasi Keuangan Masyarakat Rendah

IDXChannel - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, masih banyak masyarakat tertipu investasi bodong karena masih kurangnya literasi keuangan.

“Akses ke jasa keuangan besar, tetapi literasi keuangan belum begitu bagus, oleh karenanya masih banyak masyarakat yang tertipu investasi bodong. Itu karena memang literasi keuangan atau pengetahuan kita mengenai keuangan belum cukup bagus,” ujarnya saat menghadiri acara Workshop Media Se-Jawa Barat, di Bandung, Jumat (3/6/2022).

Beberapa kasus investasi bodong sudah cukup banyak terjadi di Indonesia. Selama ini, masyarakat Indonesia juga sangat tergiur dengan keberhasilan yang dipertontonkan di muka umum. Seperti kasus Donny Salmanan dan Indra Kenz yang mempertontonkan kekayaan yang diperoleh dari investasi. 

Kendati begitu, menurut data OJK, inklusi keuangan seperti  jasa atau pelayanan keuangan membaik dibanding sebelumnya, semisal secara nasional inklusi keuangan sudah mencapai 76 persen, tetapi literasi keuangan hanya 36 persen.

“Apa yang kita hadapi saat ini adalah inklusi keuangan tinggi, namun literasi keuangan masih perlu ditingkatkan. Janganlah bosan untuk mengedukasi masyarakat mengenai literasi keuangan, mungkin bagi sebagian orang diedukasi sekali langsung memahami, tetapi bagi yang lainnya belum tentu langsung paham dan itu harus dilaksanakan secara simultan, " ujarnya. 

Dengan meningkatnya literasi keuangan, kata dia, pada akhirnya dapat membantu daya tahan ekonomi Indonesia. 

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD