AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Banyak yang Kabur Karantina, Satgas Godok Kebijakan Penggunaan Gelang Chip

ECONOMICS
Erfan Maruf
Sabtu, 15 Januari 2022 17:29 WIB
Pihaknya sedang mengkaji adanya penggunaan gelang yang mengandung chip untuk memonitor orang yang sedang melakukan karantina.
Banyak yang Kabur Karantina, Satgas Godok Kebijakan Penggunaan Gelang Chip (FOTO:MNC Media)
Banyak yang Kabur Karantina, Satgas Godok Kebijakan Penggunaan Gelang Chip (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Untuk memonitor orang yang tengah dalam masa karantina, Satgas Penanganan Covid-19 tengah menggodok kebijakan penggunaan gelang yang mengandung chip. 

Hal itu dilakukan karena sejumlah kasus orang yang kabur dari karantina. Kepala Sub Bidang Tracing Satgas Penanganan COVID-19 Koesmedi Priharto mengatakan, dengan berlangsungnya pandemi Covid-19 yang sudah mencapin waktu 2 tahun. 

Dengan sejumlah permasalahan karantina, pihaknya sedang mengkaji adanya penggunaan gelang yang mengandung chip untuk memonitor orang yang sedang melakukan karantina. 

"Tentunya kita harus mulai berpikir yang tepat ya. Setelah dua tahun lebih kita menjalani semuanya, bahwa wabah itu kan kuncinya menemukan kasus secepatnya dan melakukan karantina, mencegah penularan ke mana-mana," kata Koesmedi daalam dialog MNC Trijaya, Sabtu (15/1/2022). 

Di tengah pentingnya karantina untuk menekan laju penyebaran Covid, masih saja selalu muncul permasalahan. Atas dasar hal itu jajarannya tengah merancang sistem karantina termasuk rencana pemasangan gelang yang memiliki chip. 

"Nah, masalah karantina itu selalu menjadi masalah, apapun juga bentuknya ada di sana, bisa dari orangnya, bisa sanak saudaranya, bisa temannya, bisa keluarganya, semua menjadi masalah di tempat itu," jelasnya. 

Saat ini pihaknya sedang mencari informasi terkait kajian penggunaan gelang yang terdapat chip untuk memonitor orang yang dikarantina. Dia melakukan hal itu agar karantina itu bisa diterima dengan nyaman, kita pun petugas bisa memonitor semuanya dengan baik, ini yang harus kita ciptakan. 

"Orang ini ada di mana, posisinya seperti apa, itu kan kita bisa lihat karena teknologi sangat memungkinkan saat ini. Kita sedang mencari informasi ke teman-teman kita hal-hal tersebut," imbuhnya. 

Dia menyebut terjadi kelemahan pada aplikasi Pedulilindungi yang berada di handphone. Pengguna dapat meninggalkan handphone kemudian pergi. "Dia pergi ke mana-mana, kita enggak bisa monitor dia. Berbeda kalau chip dipasang di badan orang itu sendiri," ungkapnya 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD