AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

BBM Langka di Inggris, Tiga Hal Ini Jadi Pemicunya

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Rabu, 29 September 2021 14:40 WIB
Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU kota London akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) lantaran keterbatasan penyaluran.
BBM Langka di Inggris (Ilustrasi)
BBM Langka di Inggris (Ilustrasi)

IDXChannel - Krisis energi masih terus menghantam Inggris. Antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU kota London akibat krisis bahan bakar minyak (BBM) lantaran keterbatasan penyaluran BBM ke SPBU.

Sehubungan dengan itu Pengamat Ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan ada tiga alasan mengapa Inggris bisa dihantam kelangkaan pasokan energi.

"Krisis energi yang terjadi di Inggris ini saya lihat ada beberapa faktor salah satunya harga minyak mentah acuan brand itu sudah berada di atas USD80 per barel. Itu artinya terjadi kenaikan yang cukup tinggi sepanjang tahun 2021," kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (29/9/2021).

Dijelaskan lebih lanjut olehnya, harga minyak mentah dunia meningkat maka akan berpengaruh pada harga gas dan BBM khususnya di negara-negara Eropa.

"Kemudian yang kedua adalah faktor dari pemulihan pasca konflik Covid-19 ini. Mengakibatkan tiba-tiba permintaan konsumsinya kembali meningkat," tambahnya

Jika ketika konsumsi kembali meningkat maka pemakaian energinya untuk industri bagi rumah tangga akan naik secara signifikan.

"Jadi antara supply dan demand nya terjadi masalah. Kemudian yang terakhir sekarang sebentar lagi akan masuk dingin. Jadi kalau musim dingin di Eropa itu kebutuhan gas untuk pemanas ruangan akan meningkat juga. Tiga terutama ini yang membuat terjadinya krisis energi," tegasnya.

Meski demikian ia mengaku Pemerintah Indonesia harus berkaca dan melihat sebagai sinyal bahwa beberapa komoditas akan mengalami kenaikan cukup tinggi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD