sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Berbalik Arah dari Rugi, ID FOOD Cetak Laba Rp1,34 Triliun di 2025

Economics editor Rohman Wibowo
04/09/2026 14:12 WIB
Realisasi ini menandai pembalikan arah kinerja perseroan setelah sebelumnya mencatatkan kerugian sebesar Rp231 miliar pada 2024.
Berbalik Arah dari Rugi, ID FOOD Cetak Laba Rp1,34 Triliun di 2025. Foto: iNews Media Group.
Berbalik Arah dari Rugi, ID FOOD Cetak Laba Rp1,34 Triliun di 2025. Foto: iNews Media Group.

Pertumbuhan aktivitas bisnis tersebut juga tecermin langsung pada perolehan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi). Sepanjang tahun 2025, raihan EBITDA perseroan menembus angka Rp899 miliar, atau melonjak 110,5 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp427 miliar.

Ghimoyo memaparkan bahwa kenaikan EBITDA ini membuka ruang yang lebih leluasa bagi perseroan dalam menjaga kesinambungan bisnis. “Kondisi ini memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan kewajiban pembiayaan, sekaligus menjaga kapasitas investasi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan,” ujar dia.

Pemulihan stabilitas finansial perseroan berjalan selaras dengan membaiknya kinerja operasional pada berbagai komoditas pangan utama. Di sektor produksi, realisasi panen dan olahan gula pada 2025 mencapai 329.728 ton, atau setara 103 persen melampaui target yang ditetapkan sebesar 321.427 ton.

Pertumbuhan volume produksi tersebut secara langsung mengakselerasi penjualan gula, termasuk produk Gula Kristal Putih (GKP). Portofolio bisnis pangan lainnya turut menunjukkan perkembangan positif, antara lain melalui performa solid anak perusahaan pada sektor perdagangan umum, peternakan, produksi garam, perikanan, hingga pertanian.

Menurut Ghimoyo, peningkatan produktivitas tetap menjadi fokus utama yang terus dipertajam demi menjaga kualitas laju pertumbuhan korporasi. “Pertumbuhan pendapatan perlu memiliki fondasi operasional yang kuat. Karena itu, kami terus mendorong sisi produksi, memperkuat penjualan dan distribusi, serta memastikan pengelolaan setiap komoditas dilakukan secara efektif dan efisien,” katanya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement