AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Berita Baik! BOR Rumah Sakit Seluruh Indonesia Sudah di Bawah 10 Persen

ECONOMICS
Binti Mufarida
Selasa, 12 Oktober 2021 15:22 WIB
Saat ini bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit seluruh Indonesia sudah dibawah 10%. Bahkan, pada minggu lalu mencapai 6%
Berita Baik! BOR Rumah Sakit Seluruh Indonesia Sudah di Bawah 10 Persen (FOTO:MNC Media)
Berita Baik! BOR Rumah Sakit Seluruh Indonesia Sudah di Bawah 10 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Lia G. Partakusuma melaporkan, bahwa saat ini bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit seluruh Indonesia sudah dibawah 10%. Bahkan, pada minggu lalu mencapai 6%. 

“Kami saat ini BOR yang ada di rumah sakit itu rata-rata sudah di bawah 10%. Bahkan Minggu lalu itu sekitar 6% hanya bed occupancy ratenya, artinya apa? Berarti seluruh Indonesianya sudah Alhamdulilah ya sudah mengalami penurunan Covid yang cukup bermakna,” ungkap Lia dalam dialog secara virtual, Selasa (12/10/2021). 

Namun, Lia meminta agar masyarakat tidak euforia dengan pencapaian ini. Pasalnya, masih ada sejumlah daerah yang memiliki BOR lebih dari 20%. “Tetapi tentu kita tidak bisa euforia, tidak bisa kita lengah karena kalau kami lihat masih ada beberapa daerah ya yang bahkan punya bed occupation rate itu masih lebih dari 20%,” paparnya. 

“Jadi itu daerah-daerahnya memang masih di seperti di Papua ya, kemudian juga kemarin ada di Aceh, Jogja, Bali, NTT. Tapi itu kalau yang di Jogja itu masih di bawah 20%. Tapi itu menunjukkan mungkin apa namanya tempat tidur, jumlah tempat tidur di daerah tersebut memang masih belum maksimal ya,” jelas Lia. 

Selain itu, Dia juga mengatakan tetap waspada terhadap angka kematian akibat Covid-19. “Tapi bagaimanapun kami juga tetap memantau angka kematian. Dan angka kematian kita ini naik turun, antara 2%, 3% ya. Kemarin juga kami lihat di bulan Oktober kok jadi 3,38%. Padahal di bulan Juli kita cuma 2,66%. Jadi artinya walaupun kita dari segi angka, bahwa dari segi angka kelihatan penurunan tapi kami juga tetap di rumah sakit itu punya kewaspadaan yang tinggi,” papar Lia. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD