AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Berkaca dari Nepal, Sri Mulyani Sebut Indonesia Beruntung Karena BBM Disubsidi

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 27 Juni 2022 15:05 WIB
Kenaikan harga minyak mentah dunia telah memicu kekacauan di sejumlah negara. Bahkan, Nepal sudah tak mampu memberikan subsidi hingga harga BBM melonjak.
Berkaca dari Nepal, Sri Mulyani Sebut Indonesia Beruntung Karena BBM Disubsidi. (Foto: MNC Media)
Berkaca dari Nepal, Sri Mulyani Sebut Indonesia Beruntung Karena BBM Disubsidi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kenaikan harga minyak mentah dunia telah memicu kekacauan di sejumlah negara. Bahkan, Nepal sudah tak mampu memberikan subsidi hingga harga bahan bakar minyak di sana melonjak begitu drastis.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti ricuh dan kekacauan yang terjadi di akibat ketidakpastian global dan tekanan dari berbagai sektor. Apalagi, konflik Rusia-Ukraina telah berdampak pada lonjakan harga energi yang membuat minyak menyentuh USD120 per barel. 

"Banyak negara mengalami tekanan yang luar biasa, mulai dari sektor politik hingga ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga energi dan bahan pangan. Ini tentunya bukan hal yang sepele," ujar Sri dalam acara Merdeka Belajar Episode 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi di Jakarta, Senin(27/6/2022).

Sri menyebutkan salah satu kasus negara yang dia sorot adalah Nepal, di mana pemerintah Nepal bahkan sudah tidak lagi mampu memberikan subsidi. Ini kemudian memicu lonjakan inflasi yang memberatkan masyarakat.

"Indonesia diuntungkan dengan adanya harga komoditas lain yang juga ikut naik, terutama dari ekspor andalan, ini memberikan tambahan dana yang cukup besar untuk subsidi. Jadi subsidi yang dinikmati listrik, ke sini naik mobil, walaupun anda beralasan "saya pakai Pertamax bu", Pertamax itu masih jauh di bawah harga," terang Sri.

Dia mengatakan bahwa pemerintah menambah subsidi energi senilai Rp380 triliun untuk tahun 2022 supaya harga BBM, LPG 3 kg dan listrik di bawah 3000 VA tidak naik.

"Kita ingin melindungi masyarakat, supaya rakyat tidak terdampak shock dari seluruh kenaikan harga itu, kalau tidak, BBM naik dua kali lipat," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD