AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga, Ini Strategi Pemerintah Atasi Covid-19

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 27 September 2021 12:47 WIB
Masyarakat terus diimbau untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap risiko penularan Covid-19.
Ilustrasi Covid-19
Ilustrasi Covid-19

IDXChannel - Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono, kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah menurun dengan pesat. Meski demikian, hampir seluruh negara di dunia sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 atau gelombang ketiga yang disebabkan oleh varian Delta.

Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap risiko penularan Covid-19. Tak hanya itu, Wamenkes Dante pun menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menerapkan strategi penanganan pandemi yang perlu dilanjutkan dan diperkuat. 

Dalam rakornas 'Pemulihan dan Pertumbuhan Sektor Parekraf', Senin (27/9/2021), Wamenkes Dante membagikan beberapa strategi penanganan pandemi, diantaranya: 

Deteksi

1.Meningkatkan tes epidemiologi dan tes skrining.

2.Meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

3.Surveilans genomik di daerah-daerah bepotensi lonjakan kasus.

4.Meningkatkan deteksi di pintu masuk.

Terapeutik

1.Konversi TT 30-40% dari total kapasitas RS dan pemenuhan suplai (termasuk oksigen), alkes, dan SDM.

2.Mengerahkan tenaga cadangan dokter internship, koas, mahasiswa tingkat akhir.

3.Pengetatan syarat masuk RS: saturasi <95%, sesak napas. Diawasi oleh tenaga aparat atau relawan, agar hanya kasus sedang, berat, kritis di RS.

4.Meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

Vaksinasi

1.Alokasi vaksin 50% di daerah-daerah dengan kasus atau mobilitas tinggi.

2.Sentra vaksinasi di berbagai tempat yang mudah diakses oleh publik.

3.Syarat kartu vaksinasi bagi pelaku perjalanan dan di ruang atau fasilitas publik.

4.Percepatan vaksinasi pada kelompok rentan termasuk lansia dan orang dengan komorbid (riwayat penyakit penyerta).

Perubahan perilaku

1.Implementasi PPKM level 1-4

2.Pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD