Beralih ke sektor riil, Menko Airlangga menekankan urgensi percepatan akses pasar bagi komoditas ekspor Indonesia ke China. Mengingat posisi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, pemerintah mendorong penghapusan berbagai hambatan dagang guna memperkuat resiliensi rantai pasok kedua negara.
Di sektor investasi, Indonesia menawarkan penguatan kerja sama kawasan industri melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP).
Produsen raksasa China diundang untuk menyuntikkan modal dalam pengembangan kawasan manufaktur maju yang terintegrasi dengan ekonomi digital.
Terkait agenda berkelanjutan, Airlangga menyambut baik tindak lanjut investasi hijau pasca-evaluasi pada April lalu.
Indonesia menyatakan siap memfasilitasi akselerasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW, sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS), serta hilirisasi ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.