Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas tarif angkutan udara, bensin, dan bahan bakar rumah tangga seiring dengan kenaikan harga avtur serta penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 1,53 persen (yoy), menurun dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 6,08 persen (yoy).
Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID serta penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
(kunthi fahmar sandy)