Di sisi lain, beberapa kelompok diprakirakan masuk ke dalam zona kontraksi, yaitu Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi terkontraksi 8,5 persen (yoy) serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor terkontraksi 7,8 persen (yoy), setelah pada periode sebelumnya masing-masing tumbuh
sebesar 0,2 persen (yoy) dan 0,3 persen (yoy).
Sementara itu, IPR Mei 2026 tercatat sebesar 223,4 atau turun 3,9 persen (yoy), relatif stabil dari bulan sebelumnya yang turun 3,7 persen (yoy). Sejumlah kelompok masih mencatatkan pertumbuhan dan menjadi penopang pada periode laporan, antara lain Kelompok Suku Cadang dan
Aksesori tumbuh 11,2 persen (yoy), Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tumbuh 0,3 persen (yoy), serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh 0,2 persen (yoy).
Sementara itu, kelompok lainnya diprakirakan masih berada dalam fase kontraksi, terutama pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terkontraksi 4,1 persen (yoy), Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi terkontraksi 18,4 persen (yoy), serta Subkelompok Sandang terkontraksi 12,0 persen (yoy).
Selanjutnya, secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 turun sebesar 1,5 persen (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang turun sebesar 11,6 persen (mtm).
Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang masing-masing tumbuh 1,0 persen (mtm) dan 1,3 persen (mtm), setelah pada April 2026 masing-masing tercatat turun 9,4 persen (mtm) dan turun 0,2 persen (mtm).