Selain itu, kelompok lainnya juga menunjukkan perbaikan yang tecermin dari kontraksi yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, terutama pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turun 1,3 persen (mtm), Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi turun 4,2 persen (mtm), dan Subkelompok Sandang Survei Penjualan Eceran turun 11,0 persen (mtm).
Perkembangan tersebut didorong oleh terjaganya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Prakiraan Penjualan ke Depan
Responden memprakirakan penjualan eceran pada Agustus dan November 2026 meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Agustus dan November 2026 masing-masing tercatat sebesar 159,8 dan 153,8, lebih tinggi dari 138,3 dan 149,4 pada Juli dan Oktober 2026.
Responden menginformasikan bahwa peningkatan pada IEP Agustus 2026 dipengaruhi oleh kegiatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI), sementara peningkatan pada IEP November 2026 dipengaruhi oleh persiapan HBKN Natal.
Prakiraan Harga ke Depan
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8
didorong oleh kenaikan harga bahan baku.