IDXChannel - Langkah Bank Indonesia (BI) yang secara akumulatif telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) hingga satu persen sejak awal tahun membuat peta bisnis perbankan nasional turut berubah.
Salah satu yang cukup krusial di antaranya adalah terdongkraknya biaya dana (cost of fund) yang harus ditanggung oleh perbankan, sehingga menuntut adanya strategi yang tepat dan komprehensif, mengingat hal tersebut terjadi di tengah perekonomian nasional yang juga sedang cukup menantang (challenging).
Seperti halnya yang dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank Jakarta), yang mengonfirmasi pilihan strateginya, dengan mengedepankan pertumbuhan yang sehat dan berkualitas, sehingga kinerja bisnis diharapkan dapat tetap stabil di tengah dinamika industri keuangan dalam negeri.
"Kami sudah putuskan untuk tidak akan mengejar pertumbuhan secara agresif di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Sebaliknya, kami akan lebih selektif dalam mengembangkan bisnis, dengan mengutamakan kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan," ujar Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, saat mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/6/2026).
Menurut Agus, industri perbankan saat ini tengah menghadapi tantangan baru yang cukup berbeda dibanding kondisi beberapa tahun lalu. Selain ketidakpastian ekonomi global, sektor perbankan saat ini juga mulai menghadapi kenaikan biaya dana yang berpotensi menekan kinerja industri.