AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Biaya Logistik Masih Mahal, SiCepat Terapkan Strategi untuk Bantu UMKM 

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Rabu, 15 Desember 2021 12:04 WIB
Chief Commercial Officer SiCepat Ekspres ungkap strategi  untuk mendukung UMKM naik kelas dan keluar dari persoalan mahalnya biaya logistik.
Biaya Logistik Masih Mahal, SiCepat Terapkan Strategi untuk Bantu UMKM (Dok.MNC Media)
Biaya Logistik Masih Mahal, SiCepat Terapkan Strategi untuk Bantu UMKM (Dok.MNC Media)

IDXChannel — Data Kementerian Keuangan tahun 2019 mencatat bahwa  biaya logistik di Indonesia masih tergolong mahal yaitu mencapai 23,5% dari produk domestik bruto (PDB).

Chief Commercial Officer SiCepat Ekspres Imam Sedayu mengatakan dengan data yang disampaikan, layanan ekspedisi SiCepat Ekspres memiliki strategi  untuk mendukung UMKM naik kelas dan keluar dari persoalan mahalnya biaya logistik.

“Untuk menyeimbangkan biaya logistik yang murah bagi pelaku Umkm atau pra penyedia jasa adalah kuncinya di Inovasi, bagaimana kita bisa mengcreate produk apa yang sesuai dan diinginkan sesuai demand dari masyarakat dan terus kita tingkatkan,” kata Chief Commercial Officer SiCepat Ekspres Imam Sedayu dalam program Economic Outlook IDX Channel, Rabu (15/12/2021). 

Imam Sedayu mengatakan Si Cepat memilik berbagai produk layanan logistik delivery service  yang disesuaikan harga dan jumlah kuantitasnya.

“Semua program inovasi kita inilah yang kita buat terus kita tingkatkan Untuk menjawab segala permasalahan misalnya di e-commerce atau online shop bagi pelaku umkm yang masih pemula dan keberatan untuk mengirim barang ke berbagai daerah misanya kita ada pelayanan  Halu ,” ujarnya. 

Dengan demikian, untuk laba dan pencapaian di tahun 2021 dengan produk efisiensi bisa terus meningkat dan banyak diminati dan menumbuhkan kontrobusi lebih dari 25 Persen. 

Halaman : 1 2
Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD