AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Bidik Cuan dari Industri Mobil Listrik, Semacom (SEMA) Mau Bangun SPKLU

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 05 Januari 2022 16:38 WIB
Tak ingin ketinggalan, PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) juga ingin membidik cuan dari pengembangan industri listrik lewat pembangunan SPKLU.
Bidik Cuan dari Industri Mobil Listrik, Semacom (SEMA) Mau Bangun SPKLU. (Foto: MNC Media)
Bidik Cuan dari Industri Mobil Listrik, Semacom (SEMA) Mau Bangun SPKLU. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perkembangan industri mobil listrik di seluruh dunia berpotensi mendatangkan cuan. Tak ingin ketinggalan, PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) siap mendukung pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) dengan membangun fast charging station atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Direktur Utama SEMA, Rudi Hartono Intan mengatakan sejak tahun 2020 lalu, SEMA telah memperluas segmen bisnisnya dengan memproduksi baterai listrik bekerja sama dengan PT Fiberhome Technologies Indonesia. FiberHome adalah perusahaan telekomunikasi terkemuka dimana salah satu produknya adalah baterai litium ion. 

"Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha dengan membuka pasar baru sebagai pendukung industri energi terbarukan. Perseroan membidik pasar penyedia energi melalui produksi baterai untuk keperluan perusahaan telekomunikasi dan SPKLU,” ujar Rudi dalam keterangan tertulisnya.

Rudi menambahkan dengan mengestimasikan biaya investasi pembangunan SPKLU level 2 sebesar USD4.300 dan target kebutuhan SPKLU yang telah diproyeksikan oleh PLN pada 2021- 2025, maka terdapat potensi proyek minimum sebesar USD203 juta untuk perusahaan swasta. 

Besarnya nilai proyek pembangunan SPKLU ini, Rudi berharap SEMA dapat memperoleh kontrak kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Rudi menyatakan pihaknya siap membangun SPKLU ini di beberapa tempat strategis.

"Untuk mempertahankan pangsa pasar dalam industri panel listrik, baterai dan energi terbarukan, kami akan selalu melakukan usaha-usaha dalam memperbaiki dan meningkatkan kompetensi dan kualitas produk dengan melakukan inovasi produk, meningkatkan efisiensi proses produksi, serta melakukan survey pasar,” sambungnya.

Kementerian ESDM juga mencatat per September 2021 ada 187 titik SPKLU yang tersebar di 155 lokasi di seluruh Indonesia. Kedepan jumlah SPKLU akan terus ditambah demi mendukung pengembangan mobil listrik di dalam negeri. 

Oleh sebab itu peluang bisnis ini harus dimanfaatkan oleh produsen dalam negeri. Pemerintah telah mengeluarkan regulasi terkait infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB yang memberikan kemudahan pada investasi SPKLU.

"Dengan mempertimbangkan potensial bisnis yang ada, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan modul surya sebagai bagian dari energi terbarukan, kami telah mempertimbangkan dan mengkaji pengembangan bisnis untuk pengerjaan Inverter Modul Surya dan BOS (Balance of System) Modul Surya,” pungkas dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD