AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

KemenESDM Targetkan Tersedia 690 Unit SPKLU di 2022

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Selasa, 04 Januari 2022 15:26 WIB
Kemen ESDM menargetkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 690 unit di tahun 2022.
KemenESDM Targetkan Bangun 690 Unit SPKLU di 2022 (Dok.MNC Media)
KemenESDM Targetkan Bangun 690 Unit SPKLU di 2022 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 690 unit di tahun 2022.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan, pemerintah melalui Grand Strategi Energi nasional (GSN) menargetkan pembangunan SPKLU ini sebanyak 572 unit dimana asumsi kendaraan roda empatnya diharapkan ada 125.000 di tahun 2021.

Namun di tahun 2021, baru terbangun 219 unit SPKLU di seluruh Indonesia dimana PT PLN (Persero) telah membangun 114 unit SPKLU. Adapun untuk kendaraan listrik roda empat sampai 2021 ada sekitar 1.760 unit.

"Tahun 2022 ini pemerintah menargetkan jumlah SPKLU sebanyak sekitar 690 unit. Kami harapkan tentunya PT PLN (Persero) dapat mengimplementasikan dan membangun kembali SPKLU baik di bangun sendiri maupun kolaborasi tentunya dengan badan usaha swasta," ujarnya pada peresmian SPKLU di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Ida melanjutkan, untuk mendorong pembangunan SPKLU secara masif, pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Menurutnya, dalam Permen tersebut diatur bahwa sistem pengisian ulang pada SPKLU harus terdiri dari 3 konektor. Hal ini yang menghambat target pembangunan SPKLU dari 572 unit di 2021 hanya terpasang 219 unit.

"Ini juga menjadi tantangan tersendiri buat PLN maupun badan usaha swasta karena ternyata dengan 3 konektor ini yang membuat harganya mahal," jelasnya.

Dia berharap dengan adanya revisi Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020 bisa mempercepat pertumbuhan pemasangan SPKLU di tahun 2022. Pemerintah juga akan mengevaluasi jenis pengisian SPKLU berdasarkan pembagian jenis teknologi pengisian.

"Jadi tidak semuanya ultra-fast charging, bisa jadi kalau misalnya di rumah tidak perlu fast charging. Slow charging saja sambil ditinggal tidur, besok paginya sudah penuh. Hal seperti ini lah yang kita coba kolaborasikan di dalam revisi Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020 sehingga ini bisa memberikan semangat baru kepada teman-teman yang akan mengembangkan charging station terutama untuk roda empat," tuturnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD