AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
870,489 / gram

Bisa Lepas Masker di Luar Ruangan, Ahli Epidemiologi: Bukan Berarti Aman

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Rabu, 18 Mei 2022 09:53 WIB
Presiden Jokowi mengizinkan masyarakat untuk melepaskan masker saat berada di luar ruangan dan tidak banyak orang.
Bisa Lepas Masker di Luar Ruangan, Ahli Epidemiologi: Bukan Berarti Aman. (Foto: MNC Media)
Bisa Lepas Masker di Luar Ruangan, Ahli Epidemiologi: Bukan Berarti Aman. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Jokowi mengizinkan masyarakat untuk melepaskan masker saat berada di luar ruangan dan tidak banyak orang. Kebijakan ini memicu komentar dari berbagai pihak, termasuk ahli.

Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, saat berada di luar ruangan atau outdoor, itu tidak serta merta membuat masyarakat aman untuk melepas masker. Ada indikator yang menentukan aman melepas masker saat berada di luar ruangan.

"Indikator itu adalah saat Anda merasakan ada hembusan angin melewati dagu. Itu artinya sirkulasi udara berjalan dengan baik dan dapat diartikan risiko penularan virus minim terjadi," papar Dicky Budiman pada MNC Portal, Rabu (18/5/2022).

Nah, bagaimana ketika kita berada di luar ruangan tapi tidak ada angin yang berhembus, apakah itu artinya penularan bisa terjadi di tempat seperti itu?

Kata Dicky, benar bisa terjadi penularan. "Kalau lokasi outdoor tapi anginnya kurang atau bahkan tidak ada, risiko penularan, ya, bisa terjadi. Ini berbahaya," jawabnya. 
 
"Jadi, ya, tidak serta merta outdoor itu aman," tegas Dicky. 

Kondisi menjadi jauh lebih aman lagi jika orang-orang yang berada di lokasi outdoor itu sudah menerima vaksin dosis ketiga atau booster. Ini sangat ideal dan menurunkan potensi terjadinya penularan virus antarorang. 

"Jadi, outdoor yang di dalamnya berkumpul orang-orang yang sudah di-booster akan jauh lebih aman. Hal ini yang seharusnya disampaikan ke publik juga oleh pemerintah," kata Dicky.

"Jangan sampai, keluarnya putusan pelonggaran pemakaian masker malah membuat cakupan vaksinasi dosis ketiga melemah, pun testing di masyarakat," tambahnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD