AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Bocoran Peter Gontha: Garuda (GIAA) Utang Ratusan Miliar ke Traveloka

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 03 Desember 2021 14:54 WIB
Mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha ungkap bahwa PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memiliki utang hingga ratusan miliar rupiah ke Traveloka.
Bocoran Peter Gontha: Garuda (GIAA) Utang Ratusan Miliar ke Traveloka(Dok.MNC Media)
Bocoran Peter Gontha: Garuda (GIAA) Utang Ratusan Miliar ke Traveloka(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Utang PT Garuda Indonesia Tbk di perusahaan penyediaan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel, Traveloka, mencapai ratusan miliar rupiah. Perihal utang tersebut disampaikan Mantan Komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha. 

Saat ditemui di kawasan DPR RI, Peter mengaku utang emiten dengan kode saham GIAA itu di kisaran ratusan miliar. Meski begitu, dia enggan merinci lebih jauh perihal utang yang dimaksud. 

Untuk melunasi utang perusahaan, manajemen memutuskan bila pendapatan atas penjualan tiket pesawat Garuda melalui platform Traveloka menjadi hak milik perusahaan penyediaan layanan tersebut. 

"Jadi tiketnya sudah dipajang, jadi ke depan kalau tiket dibayar lewat Traveloka, uangnya bukan buat Garuda, buat Traveloka dan bukan Rp10-Rp20 miliar, ratusan miliar. Tapi mungkin sudah diselesaikan," ujarnya, dikutip Jumat (3/12/2021). 

Peter mengaku berkeberatan atas pinjaman yang dilakukan manajemen maskapai penerbangan pelat merah kepada pihak Traveloka. Namun lantaran, perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka pinjaman pun dilakukan. 

"Jadi selama ini Garuda ini tidak punya uang. Selama bulan-bulan terakhir ini dan saya sangat berkeberatan mereka pinjam uang dari Traveloka," kata dia. 

Secara agregat, utang Garuda Indonesia mencapai USD9,8 niliar atau setara Rp139 triliun. Adapun rinciannya, utang kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat sebesar USD 6.351 juta atau setara Rp90,2 triliun

Kemudian, komposisi utang terbesar kedua adalah bank yakni USD 967 juta atau setara Rp13,8 triliun. Adapun persentasenya mencapai 10 persen dari total utang. 

Kemudian, OWK, Sukuk, KIK EBA sebesar USD 630 juta atau setara Rp9 triliun. Lalu, utang vendor BUMN sebesar USD 595 juta atau setara Rp8,4 triliun, dengan persentase 6 persen dari total utang. 

Lalu, utang vendor swasta dengan nilai USD 317 juta atau Rp4,5 triliun. Adapun persentasenya mencapai 3 persen dari komponen utang perusahaan. Selanjutnya, liabilitas lainnya senilai USD 751 juta atau Rp10,7 triliun, dengan persentase 8 persen dari total utang.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD