Sebelumnya, 24 provinsi telah mengakses pendanaan RBP REDD+ GCF Output 2. Lampung menjadi provinsi pertama yang menyelesaikan implementasi program tersebut.
Dengan tambahan 10 provinsi pada 2026, total 34 provinsi telah mengakses pendanaan RBP REDD+ GCF Output 2. Komitmen pendanaan yang diberikan mencapai Rp761,02 miliar atau sekitar 94,8 persen dari total alokasi untuk pemerintah provinsi.
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari proyek RBP REDD+ GCF yang diterima Indonesia atas capaian pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Indonesia Terima Dana USD103,78 Juta
Indonesia tercatat sebagai negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang memperoleh pendanaan RBP dari GCF. Nilai pendanaan yang diterima mencapai USD103,78 juta atas capaian pengurangan emisi sebesar 20,25 juta ton CO2e.
Proyek RBP REDD+ GCF terdiri atas tiga output utama. Output 1 dan Output 3 telah dilaksanakan sejak 2021 hingga 2025. Sementara itu, Output 2 masih berjalan hingga 2030 dengan penerima manfaat di tingkat nasional maupun subnasional.