BPDLH mencatat, sejak implementasi pada Agustus 2023 hingga Juli 2026, penyaluran dana RBP REDD+ GCF Output 2 telah mencapai lebih dari Rp500 miliar atau sekitar 37 persen dari total alokasi.
Program tersebut membangun ekosistem kerja lintas sektor yang menghubungkan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di 38 provinsi.
Dana yang disalurkan digunakan untuk berbagai program lingkungan. Salah satunya mendukung perluasan Perhutanan Sosial hingga lebih dari 2 juta hektare, memfasilitasi lebih dari 40 usulan penetapan hutan adat, serta memberikan pendampingan usaha dan peralatan ekonomi kreatif bagi kelompok Perhutanan Sosial.
Pendanaan juga diarahkan untuk pembentukan dan penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), peningkatan kapasitas, penyediaan sarana dan prasarana, serta kegiatan patroli untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, dana RBP REDD+ GCF digunakan untuk memperkuat 150 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di 24 provinsi dan mendukung rehabilitasi hutan dengan luasan sekitar 3.000 hektare.