AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

BPS: April Inflasi 0,13 Persen

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Senin, 03 Mei 2021 11:52 WIB
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada bulan April 2021 mencapai 0,13 persen.
BPS: April Inflasi 0,13 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi pada bulan April 2021 mencapai 0,13 persen. Sedangkan tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,58 persen dan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,42 persen.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Setianto mengatakan inflasi ini disumbang masih makanan pokok. Diantaranya kenaikan harga cabe rawit dan merah

"Kalau kita lihat komoditas penyumbang inflssi 0,13 persen. Ada komditas daging ayam ras, cabe rawit dan cabe merah. Dan beberapa kebutuhan lainnya minyak goreng, jeruk, emas dan ikan segar," kata Setianto di Jakarta, Senin (3/5/2021).

Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 72 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Rinciannya, inflasi tertinggi jatuh pada  daerah Kotomabagu dan terendah di daerah Yogyakarta.

" Inflasi tertinggi pada Kotamabagu yang sebesar 1,31 persen. Inflasi terendah di Yogyakarta 0,01 persen," katanya.

Sedangkan deflasi tertinggi di Jayapura sebesar minus 1,26 persen. Sedangkan deflasi terendah pada Tanjungpandan minus 0,02 persen.

" Kita lihat perkembangan inflasi bulan ke bulan dimana April inflasi 0,13 persen ini meningkat dibandingkan April tahun lalu yang sebesar 0,08 persen," tandasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD