Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini adalah bawang merah yang memberikan andil sebesar 0,11 persen, cabai merah dan cabai rawit dengan andil 0,06 persen, telur ayam ras dan tomat dengan andil 0,03 persen, dan jeruk dengan andil 0,02 persen.
"Selain makanan, minuman dan tembakau, juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil terhadap deflasi sebesar 0,06 persen dengan deflasinya sebesar 0,89 persen," ujar Ateng.
Deflasi pada kelompok tersebut terutama didorong oleh deflasi pada emas perhiasan sebesar 3,58 persen dan memberikan andil 0,08 persen.
Pada Juli 2026, kata Ateng, kelompok transportasi dan pendidikan menyumbang andil inflasi yang cukup signifikan.
"Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dan memberikan andil inflasi 0,06 persen. Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi terutama bensin dengan andil inflasi 0,08 persen, sepeda motor dan pelumas atau oli mesin dengan andil inflasi masing-masing 0,01 persen," ujarnya.
(Dhera Arizona)