IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan tingkat kesejahteraan produsen pangan di Tanah Air. Pada periode Mei 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang cukup signifikan, di sisi lain harga komoditas beras di pasar terus merangkak naik.
Data terbaru menunjukkan daya beli petani membaik karena harga jual produk yang mereka hasilkan naik lebih tinggi dibandingkan dengan biaya kebutuhan konsumsi dan biaya produksi. Komoditas seperti karet, gabah, kakao, hingga bawang merah menjadi pemicu utama yang memperkuat kantong para petani secara nasional.
Indikator kesejahteraan ini menunjukkan tren positif terutama bagi para petani tanaman pangan dan hortikultura. Sektor hortikultura mencatatkan performa paling gemilang dengan lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan subsektor lainnya.
"Nilai Tukar Petani untuk Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026. Subsektor hortikultura mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 7,08 persen karena Indeks Diterima Petani naik sebesar 7,52 persen, sedangkan Indeks Dibayar Petani hanya naik sebesar 0,41 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam paparannya di agenda Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6/2026).
Pudji merinci bahwa kenaikan di subsektor hortikultura tersebut dipengaruhi secara dominan oleh komoditas bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Namun, di balik penguatan daya beli petani tersebut, tantangan inflasi masih terlihat pada komoditas pangan pokok, khususnya beras.