sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BPS Catat Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Melonjak di Mei 2026

Economics editor Rohman Wibowo
02/06/2026 13:10 WIB
Nilai Tukar Petani (NTP) nasional menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang cukup signifikan, di sisi lain harga komoditas beras di pasar juga terus naik.
BPS Catat Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Melonjak di Mei 2026. (Foto: iNews Media Group)
BPS Catat Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Melonjak di Mei 2026. (Foto: iNews Media Group)

BPS mencatat kenaikan harga beras terjadi secara berjenjang di seluruh lini distribusi. Di tingkat penggilingan, harga beras premium tercatat naik 0,56 persen secara bulanan, sementara beras kualitas medium mengalami kenaikan yang lebih tinggi, yakni 0,79 persen. Tren ini pun terus berlanjut hingga ke pasar grosir dan lapak pedagang eceran di seluruh wilayah Indonesia.

Meski daya beli petani menguat, fluktuasi harga beras di pasar masih terus menunjukkan grafik yang merangkak naik. Kenaikan harga ini terpantau merata di berbagai tingkatan distribusi, mulai dari penggilingan hingga ke tangan konsumen akhir.

"Rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Mei 2026 secara total naik 0,58 persen secara month-to-month dan naik sebesar 8,10 persen secara year-on-year. Sementara di tingkat grosir terjadi inflasi beras sebesar 0,68 persen, dan di tingkat eceran terjadi inflasi sebesar 0,38 persen secara bulanan," kata Pudji.

Kondisi berbeda justru dialami oleh sektor perikanan tangkap. Berbanding terbalik dengan sektor pertanian, Nilai Tukar Nelayan (NTN) pada Mei 2026 justru mengalami kontraksi atau turun sebesar 0,47 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan indeks yang diterima nelayan dari hasil penjualan rajungan, kepiting laut, dan ikan kembung hanya sebesar 0,03 persen, yang tidak mampu mengimbangi kenaikan indeks biaya yang harus mereka bayarkan yang mencapai 0,51 persen. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement