"Kami akan menggunakan KBLI 2025 yang baru di mana klasifikasi dari industri kreatif sudah muncul seperti tadi videografer, animator, dan juga kegiatan industri kreatif lainnya yang sudah kami diskusikan dengan Menteri Ekraf," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya sensus ini untuk mengetahui sebaran kekuatan ekonomi kreatif nasional.
Dengan pendataan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengetahui secara lebih detail di mana saja pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berada, sehingga kebijakan yang diambil ke depan bisa lebih tepat sasaran.
"Ada pertanyaan pendalaman di mana saja kekayaan ekonomi, giat ekonomi kreatif Indonesia tersebar," ujarnya.
(Febrina Ratna Iskana)