IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD44,32 miliar. Angka tersebut meningkat 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan peningkatan ekspor tersebut terutama didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang menunjukkan pertumbuhan positif.
“Sepanjang Januari hingga Februari 2026 total nilai ekspor mencapai USD44,32 miliar atau naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Ateng dalam konferensi pers Rilis BPS, Rabu (1/4/2026).
Secara rinci, nilai ekspor migas tercatat sebesar USD1,97 miliar atau turun 9,75 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD42,35 miliar atau meningkat 2,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nonmigas. Pada periode Januari–Februari 2026, ekspor dari sektor ini tercatat tumbuh 8,19 persen secara tahunan dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekspor sebesar 5,30 persen.