Beberapa komoditas yang mencatatkan kenaikan signifikan antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, nikel, kendaraan bermotor roda empat atau lebih, semikonduktor dan produk elektronik lainnya, serta bahan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian.
Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas ke China tercatat sebesar USD10,46 miliar hingga Februari 2026 atau meningkat 18,24 persen. Selain China, peningkatan ekspor juga tercatat ke Amerika Serikat, India, dan Uni Eropa. Sementara itu, ekspor nonmigas ke kawasan ASEAN mengalami penurunan.
Khusus pada Februari 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai USD22,17 miliar atau naik 1,01 persen dibandingkan Februari 2025. Ekspor migas tercatat sebesar USD1,08 miliar atau turun 4,25 persen, sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD21,09 miliar atau meningkat 1,30 persen secara tahunan.
Ateng menjelaskan, kenaikan nilai ekspor secara tahunan pada Februari terutama didorong oleh peningkatan beberapa komoditas utama, seperti lemak dan minyak hewan atau nabati, nikel dan turunannya, serta mesin dan perlengkapan bagiannya.
(Shifa Nurhaliza Putri)