AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Bukan Hanya Vaksin, Kini India Larang Ekspor Obat Covid-19

ECONOMICS
Victor Maulana
Senin, 12 April 2021 09:32 WIB
Tujuh perusahaan India telah melisensikan obat tersebut dari Gilead Sciences, dengan kapasitas terpasang sekitar 3,9 juta unit per bulan
Bukan Hanya Vaksin, Kini India Larang Ekspor Obat Covid-19 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - India mengumumkan bahwa mereka melarang ekspor obat anti-virus Remdesivir dan bahan aktif farmasi di tengah permintaan yang meningkat. Langkah ini diambil setelah terjadi peningkatan drastis kasus infeksi Covid-19 di India.

India pada hari Minggu (11/4) mencatatkan rekor baru infeksi Covid-19 dengan 152 ribu kasus, yang membuat rumah sakit di seluruh negeri kewalahan menghadapi arus pasien yang sangat deras.


"Larangan (ekspor) Remdesivir berlaku sampai situasinya membaik," ucap Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (12/4/2021). 

Tujuh perusahaan India telah melisensikan obat tersebut dari Gilead Sciences, dengan kapasitas terpasang sekitar 3,9 juta unit per bulan, untuk penggunaan lokal dan ekspor ke lebih dari 100 negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada November mengeluarkan rekomendasi bersyarat terhadap penggunaan Remdesivir pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya.

WHO mengatakan, tidak ada bukti bahwa obat tersebut meningkatkan kelangsungan hidup dan hasil lain pada pasien ini. Namun, banyak negara, termasuk India, terus menggunakannya. 

Sebelumnya, India juga telah membatasi ekspor vaksin Covid-19, sebagai dampak peningkatan kasus. Vaksin yang awalnya dialokasikan untuk dikirim ke negara lain, baik melalui kesepakatan bilateral atau melalui Covax, dialihkan untuk digunakan ke dalam negeri.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD