Dia menegaskan, dengan posisi cadangan saat ini yang terus meningkat, Indonesia memiliki kesiapan yang cukup dalam menghadapi potensi krisis pangan global. Menurutnya, kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu menjadi alasan penting bagi setiap negara untuk memperkuat cadangan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian. Bisa karena konflik, bisa karena kebijakan negara lain yang membatasi ekspor. Karena itu, kita harus memastikan produksi dalam negeri kuat dan cadangan kita cukup,” kata Amran.
Dia menilai, ketergantungan terhadap rantai pasok global yang rentan terganggu merupakan kelemahan struktural yang harus segera diatasi. Penguatan produksi domestik dan cadangan nasional menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, kekhawatiran terhadap stabilitas pangan dunia semakin meningkat. Gangguan jalur logistik serta ketidakpastian perdagangan internasional dinilai berpotensi menekan pasokan dan memicu lonjakan harga pangan global.
Dalam konteks tersebut, Amran juga menyoroti inisiatif Rusia yang mendorong pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipasi krisis. Menurutnya, kerja sama antarnegara menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pangan global.
(Dhera Arizona)