"Yang menarik adalah negara maju pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia. Menteri pertaniannya dari Jepang, datang dari Chile, Kanada, Belarus. Ini negara-negara yang tidak pernah datang ke Indonesia. Juga ada Australia, Rusia. Datang dengan pertanyaan apa yang dilakukan Indonesia (sehingga bisa) melompat (menjadi) nomor 2 dunia," kata Amran dalam keterangan pers Rabu (21/1/2025).
Adapun Indonesia berada di dua besar secara global berdasarkan Food Outlook June 2025 yang dipublikasikan FAO. Indonesia disebut memiliki peningkatan terbesar kedua dalam hal produksi beras di dua tahun terakhir.
Peningkatan Indonesia sebesar 4,5 persen. Sementara posisi pertama adalah Brasil sebesar 14,7 persen.
Lebih lanjut, kinerja Bupati se-Indonesia dalam tercapainya swasembada beras ini turut diapresiasi oleh Amran. Menurutnya, keberhasilan swasembada beras ini tidak luput dari peran aktif kepala daerah dalam mengawal produksi dan distribusi pangan di wilayah masing-masing.
"Para Bupati ini mendapat amal jariyah. Karena bapak, harga pangan dunia dari USD660 turun jadi USD368 per ton. Turun 44 persen. Itulah buah tangan bupati se-Indonesia,” tutur Amran.