AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.82
0.04%
+0.23
IHSG
6556.00
-0.19%
-12.17
LQ45
939.03
-0.03%
-0.31
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Capaian Vaksinasi di Malang Masih 52 Persen, Menko PMK Muhadjir: Ajak Tetangga Ikut Vaksin

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Senin, 11 Oktober 2021 06:40 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyoroti masih rendahnya kasus vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang.
Capaian Vaksinasi di Malang Masih 52 Persen, Menko PMK Muhadjir: Ajak Tetangga Ikut Vaksin (Dok.MNC Media)
Capaian Vaksinasi di Malang Masih 52 Persen, Menko PMK Muhadjir: Ajak Tetangga Ikut Vaksin (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyoroti masih rendahnya kasus vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang.

Hal ini disampaikan Menko Muhadjir Effendy saat memantau beberapa lokasi vaksinasi di Kabupaten Malang, sepanjang hari Minggu (10/10/2021). Menko PMK Muhadjir Effendy didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Malang meninjau vaksinasi Covid-19 di SDN 3 dan SDN 4 Tumpang, serta di Balai Desa Kemulan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

"Berdasarkan laporan KPC PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi Nasional) di tingkat nasional, Kabupaten Malang ini vaksinasinya masih rendah. Masih sekitar 52 persen lebih sedikit," ujar Muhadjir Effendy.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengapresiasi percepatan vaksinasi yang terus dilakukan oleh Forkopimda Kabupaten Malang. Ia pun meminta agar masyarakat Kabupaten Malang bersedia untuk divaksin dan meminta warga yang belum tervaksin, untuk segera mendaftarkan diri untuk vaksin.

"Saya pertama mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian mengikuti vaksinasi di sini. Tetapi saya mohon mengajak tetangga saudaranya kerabat dekatnya yang belum vaksin untuk ramai-ramai ikut vaksin," ucapnya.

Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat yang memiliki penyakit komorbid seperti hipertensi, diabetes, penyakit pernapasan, hingga ginjal untuk menjaga protokol kesehatan. Sebab penderita penyakit tersebut rentan mengalami gejala klinis berat bila terpapar Covid-19.

"Yang paling rentan terhadap Covid-19 ini adalah mereka yang menderita komorbid. Yang punya penyakit yang jadi bancakannya (hidangan) virus covid. Jadi orang yang punya penyakit tertentu jadi sasarannya covid," tuturnya.

"Kalau tidak bisa divaksin, misalnya yang diabetes, tolong betul-betul menjaga diri, memakai masker, cuci tangan, dan maskernya kalau perlu didobel," tambahnya.

Sementara, untuk penyakit penyerta yang masih bisa disembuhkan seperti penyakit hipertensi, pria kelahiran Malang ini meminta untuk bisa diobati dengan baik sampai tekanan darahnya normal dan dapat menerima vaksin.

"Untuk yang tidak komorbid itu harus sgera divaksin. Karena kalau dia kena covid memang mungkin dia selamat, tapi yang berbahaya itu kalau ada saudaranya yang komorbid itu ketularan. Itu yang berbahaya," pinta Muhadjir

"Karena itu yang memang memenuhi syarat untuk divaksin mohon segera vaksin. Karena kalau nanti covid telah hilang kita bisa bekerja secara normal. Semuanya bisa normal," imbuhnya.

Meski telah divaksin, Muhadjir meminta masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak lengah. Sebab Covid-19 masih ada di Indonesia.

"Saya mohon sekali lagi saudara-saudaranya, tetangganya yang belum vaksin mohon diminta untuk segera vaksin. Ini demi menjaga dirinya, keluarganya, dan masyarakat," pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD