AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Cari Solusi Konstruktif Industri Musik, Menko Airlangga Bahas Stimulus dengan Musisi

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Rabu, 14 April 2021 20:52 WIB
Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah. Berbagai stimulus lintas sektor telah diberikan demi percepatan pemulihan ekonomi nasional. 
Cari Solusi Konstruktif Industri Musik, Menko Airlangga Bahas Stimulus dengan Musisi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan Pemerintah. Berbagai stimulus lintas sektor telah diberikan demi percepatan pemulihan ekonomi nasional. 

Setelah menerima audiensi para pelaku industri kreatif, khususnya animasi dan komik serta insan perfilman beberapa waktu yang lalu, hari ini, Rabu (14/4/2021). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, beserta jajaran menerima audiensi para musisi Indonesia di Loka Kretagama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Terkait kegiatan seni budaya ini mulai PPKM Mikro Periode ke empat tanggal 23 Maret–5 April 2021 sudah diizinkan beroperasi 25% dengan protokol kesehatan. Pada dasarnya, Pemerintah terbuka, yang penting tetap menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE),” kata Airlangga.

Pada kesempatan ini, para promotor musik dan musisi menyampaikan meskipun konser virtual sudah digaungkan sebagai bentuk adaptasi ketika masa pandemi, tetapi Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia Dino Hamid mengatakan bahwa achievement industri musik secara keseluruhan ada pada kehadiran penonton secara langsung.

Dalam banyak hal, terutama terkait para pekerja yang di industri musik, konser secara virtual masih sulit menggantikan konser yang digelar secara langsung.

Selanjutnya, Ketua Federasi Serikat Musisi Indonesia, Chandra Darusman, beserta para promotor musik dan musisi lainnya menyampaikan usulan-usulan konstruktif yang diharapkan dapat memulihkan industri musik Indonesia.

Beberapa usulan tersebut terkait dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk melibatkan para musisi dalam kegiatan-kegiatan Pemerintah yang sedang dikerjakan atau pemberian stimulus berupa bantuan langsung terhadap kegiatan yang dilakukan.

Selain itu, para penggerak industri musik tersebut tetap berharap agar Pemerintah mengupayakan terselenggaranya konser yang digelar secara langsung dengan tetap menerapkan ketentuan CHSE dan adanya bantuan berupa alat screening (Swab Test Antigen atau Genose) yang bisa digunakan untuk membantu berlangsungnya pertunjukan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan snowball effect dan citra kuat kembali hidupnya industri musik dan pertunjukan.

Menutup audiensi tersebut, Airlangga intinya menerima usulan-usulan yang disampaikan oleh para pegiat musik serta akan dibicarakan lebih lanjut antara tim teknis dari Pemerintah dan tentunya juga bersama para pelaku industri musik.

Pada pembahasan teknis tersebut, Airlangga berharap usulan-usulan yang bersifat praktis dapat disampaikan kepada Pemerintah untuk bahan mencari jalan keluar bersama-sama.

“Terima kasih saya ucapkan kepada para musisi dan promotor musik. Saya sangat mengapresiasi, mengingat musik adalah hal yang begitu dekat dengan masyarakat. Tiada hari tanpa musik. Tentu kita juga akan carikan jalan yang terbaik untuk industri ini,” pungkas Airlangga. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD