AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7625
ADMG
187
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1380
AGRO
1330
AGRO-R
0
AGRS
165
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
770
ALDO
1370
ALKA
306
ALMI
288
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.45
1.13%
+5.68
IHSG
6694.39
1.02%
+67.52
LQ45
953.87
1.12%
+10.53
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Disdik Cimahi Geser Libur Sekolah ke Januari 2022

ECONOMICS
Adi Haryanto
Sabtu, 27 November 2021 21:38 WIB
Libur sekolah SD dan SMP di Cimahi akan digeser jadi Januari 2022.
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Disdik Cimahi Geser Libur Sekolah ke Januari 2022 (Dok.MNC Media)
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Disdik Cimahi Geser Libur Sekolah ke Januari 2022 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Masa libur semester sekolah bagi siswa sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Cimahi waktunya akan digeser. Opsi itu menjadi pilihan untuk mencegah anak sekolah dibawa berlibur saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mencegah penularan COVID-19.

"Untuk libur sekolah, pembagian rapot, dan masa ulangan diundur, semula rencana tanggal 23 Desember menjadi 6 Januari 2022," sebut Kepala Dinas Pendidikan, Kota Cimahi, Harjono, Sabtu (27/11/2021).

Harjono menyebutkan, semula libur semester akan dilakukan usai pembagian raport pada 23 Desember 2021. Namun rencana tersebut diputuskan akan ditunda hingga awal Januari mendatang, sehingga libur sekolah tidak berbarengan dengan libur Nataru. 

Melalui skema tersebut maka akhir Desember yang biasanya merupakan jadwal libur bagi anak sekolah akan tetap dilaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sementara untuk libur semester nantinya akan digeser menjadi awal Januari 2021.

"Desember di kita masih sekolah, kemungkinan ulangan juga akan diadakan pada masa libur Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Hanya saja kebijakan menggeser waktu libur semester itu dikecualikan bagi sekolah keagamaan yang memang akan merayakan Natal Tahun 2021. Sebab esensi dari kebijakan menggeser libur ini untuk mencegah anak agar tidak bepergian ke luar daerah dan meminimalisasi penularan COVID-19.

Terlebih saat ini di Cimahi juga sudah muncul kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di kalangan guru dan siswa di SD dan SMP. Tercatat ada 30 guru dan siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19, dimana mereka tersebar di 22 SD dan SMP di zona Cimahi tengah, selatan, dan utara. 

"Kami juga melarang guru untuk peleserian dan study tour ke luar daerah. Serta meminta ke orang tua agar tidak memaksakan membawa anaknya liburan," pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD