AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Cetak Rekor Ekspor RI Tembus USD4,74 Miliar, Mendag: Tertinggi dalam Sejarah

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Jum'at, 17 September 2021 19:35 WIB
Tren surplus neraca perdagangan RI terutama ekspor yang berlanjut hingga Agustus 2021 mencatat rekor tertinggi dalam sejarah.
Ilustrasi ekspor

IDXChannel - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan tren surplus neraca perdagangan RI terutama ekspor yang berlanjut hingga Agustus 2021 mencatat rekor tertinggi dalam sejarah, di mana angkanya mencapai 4,74 miliar dolar AS atau tertinggi sejak 16 bulan terakhir.

"Surplus tersebut ditopang dari nilai ekspor bulanan yang mencapai 21,42 miliar dolar AS, dan ini merupakan rekor tertinggi selama ini," kata Mendag saat menggelar konferensi pers secara virtual, Jumat (17/9/2021). 

Selain itu, surplus pada Agustus 2021 juga ditopang oleh peningkatan ekspor produk manufaktur sebagai komoditas utama, tren peningkatan harga komoditas, dan peningkatan impor negara mitra dagang.

"Jadi, kalau kita lihat ekspor dari sektor manufaktur, yang tumbuh bulan per bulannya yang paling tinggi adalah produk kertas yang naik 19,61 persen; produk kimia naik 17,10 persen, serta kendaraan bermotor yang tumbuh 16,16 persen," ungkap Mendag.

Mendag mengatakan, pertumbuhan ekspor dan impor cetak pertumbuhan signifikan. Hal itu menjadi penguatan kinerja ekspor dan impor hingga Agustus 2021 mengindikasikan terjadinya pemulihan ekonomi Indonesia secara baik.

"Pada periode Januari hingga Agustus 2021, ekspor dan impor Indonesia sama-sama mencetak pertumbuhan yang signifikan. Jadi, penguatan kinerja ekspor dan impor ini menjadi indikasi bahwa telah terjadi pemulihan ekonomi Indonesia secara baik," kata Mendag. 

Adapun pertumbuhan ekspor pada periode Januari-Agustus 2021 mencapai 37,37% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal yang sama terjadi pada kinerja impor, yang juga mengalami pertumbuhan hingga 33,36%.

Sementara itu, untuk komoditas utama seperti Crude Palm Oil (CPO) mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 61,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun ekspor produk timah tumbuh 56,29% dan bijih logam tumbuh 40,99%.

Jadi, lanjut Mendag, jika dilihat, magnitude penguatan ekspor komoditas yang semakin besar sejalan dengan tren harga komoditas yang tumbuh sangat baik pada Agustus 2021. Misalnya harga CPO yang naik 55,8% dan harga timah yang melonjak 72,7%.

Sementara dari segi permintaan, Mendag memandang penting melihat kegiatan dari pemulihan ekonomi di negara tujuan ekspor utama Indonesia, misalnya China.

Menurut Lutfi, impor China meningkat 33,1% pada Agustus 2021 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian, impor India juga tumbuh 51,5%, dan impor Vietnam naik 21 persen pada periode yang sama. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD