AALI
10000
ABBA
410
ABDA
0
ABMM
1460
ACES
1425
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2580
ADHI
1055
ADMF
7950
ADMG
220
ADRO
1740
AGAR
0
AGII
1440
AGRO
2050
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
448
AIMS-W
0
AISA
234
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
725
AKRA
4470
AKSI
0
ALDO
720
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
514.90
-0.07%
-0.34
IHSG
6635.96
0.05%
+2.99
LQ45
967.98
-0.02%
-0.18
HSI
26132.90
0.44%
+115.37
N225
28797.46
0.31%
+88.88
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,819
USD/IDR 14,160
Emas
813,653 / gram

Undang Pengusaha RI Ekspor ke Malaysia, Atase Perdagangan: Kami Bantu Pemasarannya

ECONOMICS
Riezky Maulana
Jum'at, 17 September 2021 18:34 WIB
Atase Perdagangan membuka pintu bagi para pelaku usaha Tanah Air yang hendak mengekspor produknya ke Malaysia.
Atase Perdagangan membuka pintu bagi para pelaku usaha Tanah Air yang hendak mengekspor produknya ke Malaysia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Atase Perdagangan (Atdag) RI dari Kuala Lumpur, Deden Muhammad Fajar Shiddig membuka pintu bagi para pelaku usaha Tanah Air yang hendak mengekspor produknya ke Malaysia. Tak tanggung-tanggung, pihaknya akan membantu para eksportir mulai dari pencarian informasi hingga pemasaran produk secara gratis.

Ia mengatakan keunggulan dari memasarkan produk ke Malaysia, lantaran pasar UMKM di Malaysia sangat terbuka. Sebab dari total penduduk Malaysia yang berjumlah 32,7 juta orang, tiga juta di dalamnya adalah pendatang yang di dominasi oleh orang Indonesia.

“Nanti akan kami bantu mulai dari mencarikan informasi pasarnya, system berbayarnya seperti apa, persyaratan produknya seperti apa. Selain itu, pihak Atase juga akan membantu mempromosikan produk tersebut kepada calon pembeli secara langsung. Semua pelayanan kami gratis,” ujarnya dalam bincang-bincang bersama Kawaniaga di live Instagram Kementerian Perdagangan @kemendag, Jumat (17/9/2021).

Dengan pelayanan yang disediakan, ia berharap para pelaku UMKM bisa mencoba menjajakan produknya ke negara pemilik menara kembar Petronas tersebut. Sehingga, jika sudah mencoba dan terbukti mengalami peningkatan penjualan, para eksportir bisa memasarkan produknya ke pasar ekspor lainnya.  
 
“Kalau Kawaniaga belum pernah ekspor dan ingin ekspor, coba ke negara yang terdekat dulu, ke Malaysia contohnya. Regulasi disini juga mudah dibandingkan Kawaniaga langsung ekspor ke pasar Eropa. Jadi jangan jauh-jauh dulu, kalau produknya sudah oke, mengalami peningkatan, baru bisa lanjut ke pasar yang lebih jauh lagi,” katanya.

Menariknya, Deden bilang, para diaspora Malaysia juga turut andil dalam membantu memasarkan produk lokal. Salah satunya dengan mengimpor produk dari Indonesia untuk dijual di Malaysia.

Dalam memasarkan produk ke Malaysia, ada hal yang perlu diperhatikan, kata Deden, produk harus memiliki kualitas yang bagus, memiliki sertifikasi halal, dan sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kalau produk para Kawaniaga sudah ada sertifikasi halalnya, tentu itu sangat mudah kami pasarkan. Karena di sini, 70 persen masyarakatnya adalah orang Melayu dan pemberlakuan syariat islamnya juga cukup baik. Maka sertifikasi halal menjadi hal yang paling utama,” jelasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD