IDXChannel - China mengumumkan serangkaian insentif untuk mendorong investasi dan konsumsi, termasuk fasilitas jaminan pinjaman sebesar 500 miliar yuan atau Rp1.200 triliun.
Program jaminan pinjaman ini akan berlangsung selama dua tahun. Tujuannya untuk membantu perusahaan swasta yang memenuhi syarat agar lebih leluasa membayar pengeluaran seperti pembelian peralatan dan bahan baku serta peningkatan teknologi.
Selain itu, subsidi bunga tahunan sebesar 1,5 poin persentase akan tersedia selama dua tahun untuk pinjaman yang diambil oleh usaha kecil dan menengah untuk tujuan yang terkait dengan aset tetap atau untuk partisipasi dalam proyek tertentu.
"Setiap peminjam dapat menerima subsidi untuk pinjaman hingga 50 juta yuan," kata Kementerian Keuangan China, dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/1/2026).
Pengumuman tersebut datang sehari setelah data resmi menunjukkan ekonomi China kembali tumbuh lima persen pada 2025, sesuai target pemerintah. Meski ekspor tetap kuat, konsumsi masih lesu dan investasi.