Tekanan harga juga dipengaruhi peningkatan persediaan (inventory) tembaga serta penurunan impor tembaga di China, mencerminkan tertahannya permintaan fisik pada periode tersebut. Selama periode pengumpulan data, harga tembaga (Cu) turun sebesar 2,93 persen, emas 6,18 persen, dan perak 9,65 persen.
“Penurunan harga emas dan perak terutama dipengaruhi penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil yang menekan daya tarik logam mulia sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yield asset). Khusus untuk perak, tekanan harga juga dipengaruhi volatilitas yang lebih tinggi serta koreksi setelah kenaikan harga pada periode sebelumnya, dibarengi oleh permintaan industri yang masih tertahan,” ujar Tommy dalam keterangan tertulis, Rabu (15/42026).
HPE dan HR ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Masukan tersebut mengacu pada data London Metal Exchange (LME) untuk tembaga dan London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.
“Penetapan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian,” kata Tommy.
(NIA DEVIYANA)