Hal ini sebagai bagian dari strategi memperkuat industri padat karya sekaligus menangani perusahaan tekstil yang masuk kategori aset bermasalah.
Terkait rencana tersebut, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, setiap keputusan investasi yang dilakukan pemerintah selalu melalui feasibility study dan asesmen menyeluruh. Baik dari sisi bisnis, pasar, maupun dampak sosial ekonomi.
"Seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya, yang memang perlu mendapatkan penyehatan secara keseluruhan. Tidak hanya dari permodalan saja, tapi juga dari marketnya dan lain-lain. Jadi kita terbuka untuk itu," kata Rosan.
(Nur Ichsan Yuniarto)