"Informasi ini akan membantu kami dalam mengukur potensi kapasitas pembiayaan dan mengeksplorasi struktur pendanaan yang sesuai, termasuk sumber utang, fasilitas non-tunai, serta berbagai solusi pembiayaan lainnya sebelum dimulainya proses pembiayaan formal," ujar Ramadhan.
Ramadhan juga memastikan bahwa undangan ini terbuka bagi berbagai institusi pembiayaan, termasuk bank umum, bank Himbara, Bank Pembangunan Daerah (BPD), lembaga pembiayaan pembangunan, institusi multilateral, export credit agencies, serta lembaga keuangan lain yang memiliki kemampuan dalam menyediakan, mengatur, atau mendukung pembiayaan infrastruktur.
Melalui undangan ini, Ramadhan juga mengajak seluruh institusi keuangan yang memiliki minat dan pengalaman dalam pembiayaan infrastruktur untuk turut berpartisipasi dalam Lenders Panel Denera.
Inisiatif ini akan membuka peluang bagi para lenders untuk terlibat sejak awal dalam pengembangan pembiayaan proyek PSEL yang akan menjadi bagian penting dari transformasi pengelolaan sampah dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Nantinya, seluruh institusi yang berpartisipasi dipersilakan untuk menyatakan minat dalam menyediakan atau mengatur berbagai instrumen pembiayaan, termasuk pinjaman senior, pinjaman junior dan subordinasi, instrumen ekuitas atau berbasis ekuitas, bridging loan, equity bridging facility, bank garansi, standby letter of credit, performance bond, trade finance, struktur mezzanine atau hybrid, sustainability-linked financing, pembiayaan yang didukung oleh ECA atau MDB, serta solusi pembiayaan lainnya yang relevan untuk pengembangan dan implementasi pipeline proyek PSEL di Indonesia.