AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Dear Bunda, Harga Minyak Goreng Bakal Terus Naik Sampai 2022

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 30 November 2021 11:55 WIB
Komoditas minyak goreng diprediksi bakal terus mengalami kenaikan hingga Kuartal I-2022 mendatang.
Dear Bunda, Harga Minyak Goreng Bakal Terus Naik Sampai 2022. (Foto: MNC Media)
Dear Bunda, Harga Minyak Goreng Bakal Terus Naik Sampai 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Komoditas minyak goreng diprediksi bakal terus mengalami kenaikan hingga Kuartal I-2022 mendatang. Tingkatan harga ini bisa jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelimnya.

"Ini (minyak goreng) berpotensi untuk terus bergerak, bahkan kita sudah prediksi sampai kuartal-I 2022 pun masih meningkat terus," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, dalam webinar Indef dikutip Selasa (30/11/2021).

Hal tersebut disebabkan oleh harga CPO global yang tinggi sehingga memberikan keuntungan yang lebih untuk Indonesia sebagai pengekspor minyak mentah keluar. Karena seperti diketahui 67,4% produksi Palm Oil Indonesia di jual keluar negeri.

Hal lain juga yang menyebabkan harga minyak goreng saat ini melonjak tinggi dikarenakan banyaknya produsen minyak goreng di Indonesia yang tidak berafiliasi dengan CPO atau kebun sawit.

Tidaknya hanya minyak goreng kemasan, minyak goreng curah pun terkena dampak akibat hal tersebut. Oke mengatakan naiknya harga minyak goreng memiliki keuntungan untuk Indonesia, akan tetapi di sisi lain memiliki dampak negatif terhadap harga minyak goreng dalam negeri.

Saat ini kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,2 juta liter, 67% konsumsi minyak goreng tersebut di dominasi oleh minyak curah. Hal ini menurut Oke menjadi penyebab tingginya harga minyak goreng nasional. Sementara itu, produksi minyak goreng sampai 8 juta liter dan sebagian besar ekspor minyak gorengnya.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga minyak goreng nasional per 29 November 2021 tercatat Rp 18.750/kg, naik 29,76% year-to-date (ytd) dari awal tahun. Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh kenaikan 3 jenis minyak goreng, yaitu:

- Minyak goreng curah Rp 17.700/kg, naik 31.11% ytd
- Minyak goreng bermerek I Rp 19.200. naik 27,15% ytd
- Minyak goreng bermerek II Rp 18.800, naik 30,10% ytd.

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD